Dongeng sbg salah satu metode mengajar
1.
HUKUMAN YANG MEMBAHAGIAKAN
Wulan Agus
Di sebuah kebun, tinggalah satu Keluarga Semut. Pak Rangrang, Bu Rang, dan ketiga anaknya Matmat, Mitmit, dan Mutmut. Mereka hidup berkecukupan. Pak Rangrang bekerja mencari sebongkah gula setiap hari. Bu Rangrang bekerja mengurus rumah. Dan ketiga anaknya semua bersekolah di Sekolah Semut. Mereka adalah murid teladan di sekolah.
Setiap pagi Bu Rangrang bangun pagi dan menyiapkan makanan untuk Pak Rangrang dan ketiga anaknya. Setelah sarapan bersama Matmat, Mitmit, dan Mutmut berpamitan kepada Bapak dan Ibunya. Mereka berjalan beriringan melewati kebun demi kebun agar bisa sampai ke sekolah.
Suatu pagi, saat berangkat sekolah, mereka dikejutkan dengan suara teriakan.
"Tolong! Sakit!"
"Mat, Mut, suara siapa itu?" tanya Mitmit.
"Tak tahu lah, Mit. Yuk, kita cari tahu bersama!" ajak Mutmut.
Mereka arahkan telinga mereka ke sumber suara. Ternyata suara tersebut berasal dari semak-semak pohon. Mereka melihat Pak Corang yang sedang kesusahan.
"Hai anak-anak, tolong bantu aku," pinta Pak Corang.
"Kau kenapa, Pak Corang?" tanya Mitmit.
"Kakiku tersangkut di sela-sela pohon ini!" kata Pak Corang.
"Mit, Mut, ayo kita bantu!" ajak Matmat.
Mereka pun akhirnya menolong Pak Corang. Mereka bergotong royong membawa Pak Corang ke rumah sakit untuk mengobati lukanya. Sampai di rumah sakit, Mitmit terkejut saat melihat ke arah jam dinding.
"Mat, Mut, gawat! Kita terlambat ke sekolah!"
"Waduh, sudah jam 8 Mit. Ayo cepat kita lari!" ajak Matmat kepada kedua saudaranya.
Mereka pun bergegas meninggalkan pak Corang di rumah sakit. Mereka berlari tergopoh - gopoh sampai di sekolah. Namun sayang, pintu gerbang sekolah sudah ditutup oleh Pak Ronron. Matmat, Mitmit, dan Mutmut pun terpaksa harus dihukum karena datang terlambat ke sekolah.
Mereka dihukum membersihkan halaman kelas oleh Pak Ronron. Meskipun harus mendapat hukuman, mereka tetap senang dan ceria. Karena mereka datang terlambat sekolah demi menolong orang lain yang kesusahan.
https://chat.whatsapp.com/L2Ll9W4OHmk9GWsHEbRCSi
HUKUMAN YANG MEMBAHAGIAKAN
Wulan Agus
Di sebuah kebun, tinggalah satu Keluarga Semut. Pak Rangrang, Bu Rang, dan ketiga anaknya Matmat, Mitmit, dan Mutmut. Mereka hidup berkecukupan. Pak Rangrang bekerja mencari sebongkah gula setiap hari. Bu Rangrang bekerja mengurus rumah. Dan ketiga anaknya semua bersekolah di Sekolah Semut. Mereka adalah murid teladan di sekolah.
Setiap pagi Bu Rangrang bangun pagi dan menyiapkan makanan untuk Pak Rangrang dan ketiga anaknya. Setelah sarapan bersama Matmat, Mitmit, dan Mutmut berpamitan kepada Bapak dan Ibunya. Mereka berjalan beriringan melewati kebun demi kebun agar bisa sampai ke sekolah.
Suatu pagi, saat berangkat sekolah, mereka dikejutkan dengan suara teriakan.
"Tolong! Sakit!"
"Mat, Mut, suara siapa itu?" tanya Mitmit.
"Tak tahu lah, Mit. Yuk, kita cari tahu bersama!" ajak Mutmut.
Mereka arahkan telinga mereka ke sumber suara. Ternyata suara tersebut berasal dari semak-semak pohon. Mereka melihat Pak Corang yang sedang kesusahan.
"Hai anak-anak, tolong bantu aku," pinta Pak Corang.
"Kau kenapa, Pak Corang?" tanya Mitmit.
"Kakiku tersangkut di sela-sela pohon ini!" kata Pak Corang.
"Mit, Mut, ayo kita bantu!" ajak Matmat.
Mereka pun akhirnya menolong Pak Corang. Mereka bergotong royong membawa Pak Corang ke rumah sakit untuk mengobati lukanya. Sampai di rumah sakit, Mitmit terkejut saat melihat ke arah jam dinding.
"Mat, Mut, gawat! Kita terlambat ke sekolah!"
"Waduh, sudah jam 8 Mit. Ayo cepat kita lari!" ajak Matmat kepada kedua saudaranya.
Mereka pun bergegas meninggalkan pak Corang di rumah sakit. Mereka berlari tergopoh - gopoh sampai di sekolah. Namun sayang, pintu gerbang sekolah sudah ditutup oleh Pak Ronron. Matmat, Mitmit, dan Mutmut pun terpaksa harus dihukum karena datang terlambat ke sekolah.
Mereka dihukum membersihkan halaman kelas oleh Pak Ronron. Meskipun harus mendapat hukuman, mereka tetap senang dan ceria. Karena mereka datang terlambat sekolah demi menolong orang lain yang kesusahan.
https://chat.whatsapp.com/L2Ll9W4OHmk9GWsHEbRCSi
Komentar
Posting Komentar